Tampilkan postingan dengan label Pengantar Teknologi Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar Teknologi Informasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2013

Teknologi Informasi Pada Sistem Kependudukan


Teknologi Informasi pada sistem kependudukan

Beberapa hal yang perlu dibahas.
1. Masalah terkini terkait dengan topik
2. Teoeri-teori pendukung
3. Solusi atau usulan
4. Simpulan

Sistem  Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK)
  1. Masalah terkini terkait dengan topik
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.
Salah satu syarat yang harus dimiliki oleh sebuah negara adalah memiliki penduduk yang tinggal di negara tersebut, atau pun penduduk yang secara hukum berhak tinggal di suatu negara, karena memiliki surat resmi untuk tinggal di negara tersebut. Misalnya orang yang memiliki bukti kewarganegaraan Indonesia, tetapi memilih tinggal di negara lain. Dalam ilmu sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Indonesia merupakan negara yang besar dalam hal jumlah penduduk, berdasarkan data populasi penduduk pada tahun 2005, jumlah penduduk Indonesia sekitar 241.973.879 jiwa, dengan jumlah tersebut berarti Indonesia merupakan negara terbesar keempat di dunia dalam hal jumlah penduduk setelah Republik Rakyat Cina dengan 1.306.313.802 jiwa, India 1.080.264.388 jiwa, Amerika Serikat 295.734.134 jiwa (wikipedia, 2005). Data dimaksud sudah termasuk penduduk Indonesia yang berdomisili di luar negeri.
Dengan jumlah penduduk yang besar seperti ini, Indonesia tentunya membutuhkan administrasi kependudukan yang terorganisir dari pusat hingga ke daerah. Administrasi kependudukan dimaksud menyangkut seluruh masalah kependudukan, yang meliputi pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, dan pengelolaan data informasi kependudukan.
Administrasi Kependudukan menjadi semakin penting karena selalu bersentuhan dengan setiap aktivitas kehidupan di Indonesia. Di antaranya adalah saat Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, Pemilu Kepala Daerah, mengurus surat-surat kendaraan, mengurus surat-surat tanah, dan lain sebagainya. Apabila kita akan berdomisili pada suatu wilayah maka kita harus memiliki tanda domisili yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Terkait dengan hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan kependudukan melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Dalam kebijakan ini, yang dimaksud dengan administrasi kependudukan adalah kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui Pendaftaran Penduduk, Pencatatan Sipil, Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain.
Sesuai dengan kebijakan tersebut, Pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menyelenggarakan Administrasi Kependudukan secara nasional, yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri, dengan kewenangan meliputi :
  1. koordinasi antar-instansi dalam urusan Administrasi Kependudukan;
  2. penetapan sistem, pedoman, dan standar pelaksanaan Administrasi Kependudukan;
  3. sosialisasi Administrasi Kependudukan;
  4. pemberian bimbingan, supervisi, dan konsultasi pelaksanaan urusan Administrasi Kependudukan;
  5. pengelolaan dan penyajian Data Kependudukan berskala nasional: dan
  6. pencetakan, penerbitan, dan distribusi blangko Dokumen Kependudukan.
Menteri Dalam Negeri merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam hal penanganan masalah administrasi kependudukan di Indonesia.
Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 54 Tahun 1999 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk. Dalam kebijakan ini disebutkan bahwa pendaftaran penduduk adalah kegiatan pendaftaran dan atau pencatatan data penduduk beserta perubahannya, perkawinan, perceraian, kematian, dan mutasi penduduk, penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Kependudukan (NIK) Sementara, Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akta pencatatan penduduk serta pengelolaan data penduduk dan penyuluhan.
Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagai peraturan yang menjadi pegangan bagi semua penyelenggaraan negara yang berhubungan dengan kependudukan karena peraturan perundang-undangan yang sudah ada dianggap tidak sesuai lagi dengan tuntutan pelayanan Administrasi Kependudukan yang tertib dan tidak diskriminatif. Dalam undang-undang tersebut menjelaskan mengenai Sistem Informasi Adminisrasi Kependudukan (SIAK). Sistem Informasi Administrasi Kependudukan ialah sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan di tingkat Penyelenggara dan instansi pelaksana sebagai satu kesatuan.

Pengelolaan informasi administrasi kependudukan dilakukan oleh Menteri melalui pembangunan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Dengan adanya SIAK ini diharapkan mampu memberikan informasi yang menunjang administrasi kependudukan, yang sejalan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi untuk memenuhi tuntutan masyarakat atas pelayanan kependudukan profesional. Undang-Undang tentang Administrasi Kependudukan ini memuat pengaturan dan pembentukan sistem yang mencerminkan adanya reformasi di bidang administrasi penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

NIK adalah identitas penduduk Indonesia dan merupakan kunci sukses dan melakukan verifikasi dan validasi data jati diri seseorang guna mendukung pelayanan publik dibidang administrasi kependudukan. Pemerintah daerah adalah sub sistem pemerintahan pusat. Pemberian kewenangan (devolution of authority) kepada unit-unit atau satuan pemerintahan yang lebih rendah dan lebih kecil merupakan sesuatu kebutuhan yang mutlak dan tidak dapat di hindari. Mengingat begitu tinggi tingkat fragmentasi sosial dalam sebuah negara, maka ada hal hal tertentu yang harus diselenggarakan secara lokal dimana pemerintah daerah akan lebih baik menyelenggarakannya ketimbang dilakukan secara nasional dan sentralistik. Pemerintah nasional dalam hal ini akan berfungsi menyiapkan pedoman-pedoman umum yang dijadikan parameter bagi penyelenggaraan pemerintahan agar pemerintah daerah tidak menyimpang dari prinsip negara kesatuan


  1. Teoeri-teori pendukung
LANDASAN TEORI
Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. [1]
Tiga aktivitas dalam suatu sistem informasi menghasilkan informasi yang diperlukan oleh organisasi untuk membuat keputusan, pengendalian operasi, menganalisis masalah dan menciptakan produk atau jasa baru. [2]

  1. Solusi atau usulan
Solusi yang dapat diambil untuk mengatasi permasalahan yang timbul dari ketentuan-ketentuan dan praktek pelaksanaan dari UU No. 23 Tahun 2006 adalah:
1) Penyelenggaraan sosialisasi kepada aparatur pemerintah di instansi pelaksana mengenai kebijakan Administrasi Kependudukan berdasarkan UU No. 23 Tahun 2006 dan Peraturan Pelaksanaannya, tugas dan fungsi yang diembannya, hak dan kewajiban serta memberikan pelatihan peningkatan kompetensi dan ketrampilan pelayanan Administrasi Kependudukan. Disamping itu juga diselenggarakan sosialisasi kepada penduduk mengenai hak dan kewajiban penduduk dalam adminsuk;
2) Dalam rangka mendukung suksesnya pelaksanaan SIAK on-line maka diperlukan: (a) adanya komitmen bersama mengenai SIAK yang dituangkan dalam Peraturan Pelakanaan (Permen, Perda, Peraturan Kepala Daerah); (b) Penyelenggaraan kegiatan pelatihan tenaga operator SIAK dan atau menyediakan tenaga operator yang handal sesuai dengan kebutuhan SIAK; (c) Pelaksanaan kegiatan kajian dan pengembangan SIAK yang disesuaikan dengan kondisi daerah setempat; (d) Pelaksanaan pendamping oleh Depdagri secara berkala untuk membantu penyempurnaan dan perbaikan penyelenggaraan SIAK; (e) Penyediaan gedung, ruangan dan fasilitas pendukung yang layak untuk SIAK; (f) Pengaturan kewenangan untuk mengoperasikan SIAK melalui kebijakan quality control dalam penerbitan hak akses (nama pengguna, kata kunci, kode otoritas) sesuai tingkat kewenangan; (g) Pengajuan permintaan kepada Mendagri untuk mengganti kata kunci/kode otoritas operator (OPR) dengan yang baru;
3) Dalam rangka untuk memberikan kepastian terhadap pelayanan administrasi kependudukan maka perlu dilakukan penerapan sanksi secara tegas;
4) Perlu dilakukan koordinasi antar instansi terkait yang menangani masalah Administrasi Kependudukan dan Instansi terkait dengan masalah kependudukan secara umum.

  1. Simpulan
Penggunaan sistem informasi administrasi kependudukan pada bagian pendaftaran pindah datang penduduk ini dapat membantu bagian pendaftaran dan pendataan penduduk dalam mengelola data penduduk pindah, penduduk datang dan pembuatan laporan-laporan.
Selain itu sistem informasi ini juga dapat dengan mudah menghasilkan laporan-laporan mengenai informasi jumlah penduduk datang pindah perbulan atau pertahun dengan akurat, tepat, relevan sesuai yang diharapkan.


Kamis, 27 Juni 2013

Jaringan Komputer (Materi presentasi ke-1)


Jaringan Komputer
 adalah himpunan komputer yang dihubungkan baik dengan kabel atau tanpa kabel sehingga dapat saling berkomunikasi.

Komunikasi dapat berupa pertukaran data (data transmission), pemakaian alat secara bersama-sama (resource sharing) dan pengendalian (remote control).

Tujuan membangun Jaringan Komputer
Suatu jaringan komputer dibangun untuk membawa informasi secara tepat dan tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) menuju ke sisi penerima (reciever) melalui media komunikasi.

Manfaat Jaringan Komputer
Jaringan mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri. Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.

Fungsi dari Jaringan

1. Membagi sumber daya
Jaringan computer dapat digunakan sebagai sarana untuk membagi sumber daya. Sumber daya tersebut bisa berupa printer, atau sumber daya berupa data-data, software. Dengan adanya jaringan computer maka sumber daya dapat dikurangi.

2. Reliabilitas tinggi
Jaringan computer memungkinkan kita untuk mengkopi data-data ke dua atau tiga computer, bahkan lebih. Dengan demikian apabila computer salah satu computer rusak, data-data yang didalamnya hilang, kita masih dapat menggunaakan data yang tersimpan di computer lain.

3. Menghemat uang
Dengan menggunakan jaringan computer,perusahaan dapat menghemat peralatan yang harus digunakan, misalnya printer. Dengan adanya jaringan computer, satu printer dapat di gunakan oleh lebih dari satu computer.

4. Sarana komunikasi
Jaringan computer dapat dimanfaatkan untuk komunikasi misalkan memberikan pengumuman rapat kepada karyawan, jadi pimpinan tidak perlu repot mencetak pengumuman. Pimpinan tinggal mengirimkan pengumuman kepada karyawan dengan jaringan computer 

A. Jaringan Komputer Berdasarkan Topologi Jaringan
Dan sekarang akan membahas tentang jenis jaringan komputer berdasarkan topologi jaringan. Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dibedakan atas :

1. Topologi Bus
Pada topologi bus dua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel.

Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.

Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

Keunggulan dan kelemahan topologi bus yaitu :
* Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
*Kelemahan dari topologi Bus adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

2. Topologi Bintang
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Kelebihannya yaitu :
Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
Tingkat keamanan termasuk tinggi.
Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangannya yaitu : Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
Penanganan dengan cara : Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

3. Topologi cincin
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

Kelebihan
- Hemat kabel
- Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang - dapat mengirimkan data.
Kelemahan
- Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan.
- Pengembangan jaringan lebih kaku
- Sulit mendeteksi kerusakan
- Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur)
- Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus

4. Topologi Mesh
Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).

Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).

Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port.

 Kelebihan :
- Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
- Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
- Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
- Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.

Kelemahan
- Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
- Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
- Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).

5. Topologi Pohon
Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

6.  Topologi Linier
Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.

Tipe konektornya terdiri dari :
1. BNC Kabel konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
2. BNC T konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
3. BNC Barrel konektor —> Untuk menyambung 2 kabel BNC.
4. BNC Terminator —> Untuk menandai akhir dari topologi bus.

Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier bus adalah :
Keuntungan, hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

B. Jaringan Komputer Berdasarkan Kriterianya
Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dibedakan menjadi 4 yaitu :

1. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data

* Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server

* Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.

2. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:

* Jaringan LAN
merupakan jaringan yang menghubungkan 2 komputer atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, kantor, serta dalam 1 warnet.

* Jaringan MAN
Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.

* Jaringan WAN
Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT. Telkom, PT. Indosat, serta jaringan GSM Seluler seperti Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.
Jadi berdasarkan letak geografis juga dibedakan atas LAN, MAN dan WAN. itu semua sama seperti jeni jaringan komputer berdasarkan skala jaringan yang sebelumnya telah dibahas

3. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data

* Jaringan Client-Server
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.

* Jaringan Peer-to-peer
Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.
Semua jaringan yang Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data sama seperti jenis jaringan komputer berdasarkan fungsinya, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

4. Berdasarkan media transmisi data

 * Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

* Jaringan Nirkabel(WI-FI)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

Sumber :



Perkembangan Internet dan Pembangunan Sebuah Website (Materi presentasi ke-2)

Konsep Perkembangan Internet

Internet berasal dari kata Interconnection Networking dan mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya

Internet mengacu pada istilah jaringan bukan aplikasi. Setiap aplikasi berjalan di atas protocol tertentu. Istilah “protokol” di internet mengacu pada satu set aturan yang megatur bagaimana sebuah aplikasi berkomunikasi dalam suatu jaringan.

SEJARAH AWAL PERKEMBANGAN INTERNET

Pada awalnya Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) dimana kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan.

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital

Kalau dulu perkembangan Internet hanya digunakan untuk kebutuhan dunia militer saja. Namun saat ini perkembangan internet sudah dapat kita rasakan di dalam semua bidang. Mulai dari ekonomi,bisnis,kesehatan,pendidikan,politik dll. Selain itu internet  juga sudah merambah berbagai kalangan,mulai dari tua,muda,anak anak,orang yang berada di perkotaan, pedesaan dll ini membuktikan kalau internet sudah berkembang dengan pesat.

Layanan Dalam Internet

1. E-Mail : Electronic Mail
Layanan e-mail termasuk yang pertama ada di internet. Dengan e-mail dalam waktu relatif cepat dan biaya yang murah.

2. www : World Wide Web
World Wide Web atau sering disebut web saja merupakan aplikasi yang paling populer di internet. Dengan layanan ini, kita bisa menjelajah untuk mencari informasi dan data dengan mudah

3. Ftp : File Transfer Protocol
Sesuai dengan namanya, layanan ini berfungsi mentransfer atau memindahkan suatu file. ftp memindahkan file pada satu komputer ke komputer lainnya yang terkoneksi jaringan atau internet.

4Telnet
Telnet merupakan aplikasi remote login, yaitu untuk mengakses suatu server dari komputer lain selama kita mengetahui alamat server tujuan.

5. Chat / Chatting
Fasilitas di internet yang memungkinkan sejumlah pengguna yang bergabung, bisa saling berkomunikasi secara langsung.

6. Milis
Milis (mailing list) merupakan kumpulan dari e-mail yang membentuk suatu komunitas, sehingga suatu e-mail dapat langsung di distribusikan ke semua alamat yang tergabung dalam milis.

7. Download
Download, yaitu menyalin file dari suatu situs web, atau lebih tepatnya menyalin file dari suatu server di internet ke komputer kita. Kamu bisa download lewat web ataupun lewat ftp.

Bagaimana Server Web melayani request dari browser ? Ketika ada request dari browser, maka Server Web melakukan 3 langkah berikut :
- Membaca request dari browser.
- Mencari page di server sesuai permintaan browser.
- Kirim balik page yang dimaksudkan melalui internet atau intranet ke browser tersebut.

Proses ini dijelaskan dalam gambar berikut :
Apa itu HTML?
HTML(Hyper Text Markup Language) adalah sekumpulan simbol-simbol atau tag-tag yang dituliskan dalam sebuah file yang dimaksudkan untuk menampilkan halaman pada web browser. Tag-tag tadi memberitahu browser bagaimana menampilkan halaman web dengan lengkap kepada pengguna.

Tag-tag HTML selalu diawali dengan <x> dan diakhiri dengan </x> dimana x tag HTML seperti b, i, u dan sebagainya.

Cybercrime (Materi presentasi ke-5)

Kriminalitas di Internet
n  Kriminalitas dunia maya (cybercrime) atau kriminalitas di internet adalah tindakan pidana kriminal yang dilakukan pada teknologi internet (cyberspace), baik yang menyerang fasilitas umum di dalam cyberspace ataupun kepemilikan pribadi.
n  Cybercrime à perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi.

Motif
n  Motif intelektual
Kejahatan yang dilakukan hanya untuk kepuasan pribadi dan menunjukkan bahwa dirinya telah mampu untuk merekayasa dan mengimplementasikan bidang teknologi informasi.
n  Motif ekonomi, politik, dan kriminal
Kejahatan yang dilakukan untuk keuntungan pribadi atau golongan tertentu yang berdampak pada kerugian secara ekonomi dan politik pada pihak lain.

Karakteristik cybercrime
n  Ruang lingkup kejahatan
n  Sifat kejahatan
n  Pelaku kejahatan
n  Modus kejahatan
n  Jenis kerugian yang ditimbulkan
n  Ruang lingkup kejahatan
                à Bersifat global
Cybercrime seringkali dilakukan secara transnasional, melintasi batas negara sehingga sulit dipastikan yuridikasi hukum negara yang berlaku terhadap pelaku. Karakteristik internet di mana orang dapat berlalu-lalang tanpa identitas (anonymous) memungkinkan terjadinya berbagai aktivitas jahat yang tak tersentuh hukum.
n  Sifat kejahatan
                à Bersifat non-violence
                Tidak menimbulkan kekacauan yang mudah terlihat.
n  Pelaku kejahatan
                à Bersifat lebih universal
                Kejahatan dilakukan oleh orang-orang yang menguasai penggunaan internet beserta aplikasinya.
n  Modus kejahatan
Keunikan kejahatan ini adalah penggunaan teknologi informasi dalam modus operandi, sehingga sulit dimengerti oleh orang-orang yang tidak menguasai pengetahuan tentang komputer, teknik pemrograman dan seluk beluk dunia cyber.
n  Jenis kerugian yang ditimbulkan
                à Dapat bersifat material maupun non-material : Waktu, nilai, jasa, uang, barang, harga diri, martabat bahkan kerahasiaan informasi.


 Ruang Lingkup Kejahatan Komputer
  1. Komputer sebagai instrumen untuk melakukan kejahatan tradisional, seperti digunakan untuk melakukan pencurian, penipuan, dan pemalsuan melalui internet, di samping kejahatan lainnya seperti pornografi terhadap anak-anak, prostitusi online, dan lain-lain.
  2. Tidak sah : Komputer dan perangkatnya sebagai objek penyalahgunaan, di mana data-data di dalam komputer yang menjadi objek kejahatan dapat saja diubah, dimodifikasi, dihapus, atau diduplikasi secara.
  3. Penyalahgunaan yang berkaitan dengan komputer atau data, yang dimaksud dengan penyalahgunaan di sini yaitu manakala komputer dan data-data yang terdapat di dalam komputer digunakan secara ilegal atau tidak sah.
  4. Unauthorized acquisition, disclosure or use of information and data, yang berkaitan dengan masalah penyalahgunaan hak akses dengan cara-cara yang ilegal.
Faktor Penyebab Cybercrime
n  Segi teknis,
Teknologi internet menghilangkan batas wilayah negara yang menjadikan dunia ini menjadi begitu dekat dan sempit. Saling terhubungnya antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lain memudahkan pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Kemudian, tidak meratanya penyebaran teknologi menjadikan yang satu lebih kuat daripada yang lain.
n  Segi sosioekonomi,
adanya cybercrime merupakan produk ekonomi. Isu global yang kemudian dihubungkan dengan kejahatan tersebut adalah keamanan jaringan (security network). Keamanan jaringan merupakan isu global yang muncul bersamaan dengan internet. Sebagai komoditi ekonomi, banyak negara yang tentunya sangat membutuhkan perangkat keamanan jaringan.

 Modus Kejahatan Cybercrime Indonesia (Roy Suryo):
n  Pencurian nomor (kartu) kredit;
n  Memasuki, memodifikasi, atau merusak homepage (hacking);
n  Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.

 Jenis Cybercrime
n  Jenis aktivitas
n  Motif kegiatan
n  Sasaran Kejahatan

 Penanggulangan Cybercrime
n  Mengamankan Sistem
n  Penanggulangan Global
n  Perlunya CyberLaw
n  Perlunya Dukungan Lembaga Khusus


Keamanan Komputer (Materi presentasi ke-3)

Teknologi informasi  yang semakin maju dan berkembang memiliki banyak keuntungan dalam kehidupan manusia, namun dibalik itu aspek negatifnya juga banyak terjadi seperti: kejahatan komputer, yang meliputi pencurian, penipuan, pemerasan, kompetitif, dan banyak lainnya. Jatuhnya informasi ke tangan pihak lain (misalnya pihak lawan bisnis) dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik informasi. Sebagai contoh, banyak informasi dalam sebuah perusahaan yang hanya diperbolehkan diketahui oleh orang-orang tertentu di dalam perusahaan tersebut.

Penyebab Meningkatnya Kejahatan Komputer;
- Aplikasi bisnis yang menggunakan teknologi informasi dan jaringan komputer semakin meningkat.
- Desentralisasi dan distributed server menyebabkan lebih banyak sistem yang harus ditangani.
- Transisi dari single-vendor ke multi-vendor
-  Meningkatnya kemampuan pemakai di bidang komputer
- Mudahnya diperoleh software untuk menyerang komputer dan jaringan komputer
- Perangkat Hukum yang kurang akomodatif
- Semakin kompleksnya sistem yang digunakan
- Terjadinya lubang keamanan
- Semakin Banyak usaha yang memanfaatkan IT terutama berbasis jaringan

Aspek-aspek keamanan Komputer
Aspek keamanan komputer adalah bentuk pertimbangan yang menyatakan sebuah komputer bisa dinyatakan aman. aspek keamanan komputer meliputi hal-hal seperti berikut ini :
1. Authentication, yaitu agar penerima informasi dapat memastikan keaslian pesan tersebut datang dari orang yang dimintai informasi.
2. Integrity, yaitu keaslian pesan yang dikirim melalui sebuah jaringan dan dapat dipastikan bahwa informasi yang dikirim tidak dimodifikasi oleh orang yang tidak berhak dalam perjalanan informasi tersebut.
3. Nonrepudiation, yaitu merupakan hal yang yang bersangkutan dengan sipengirim, sipengirim tidak dapat mengelak bahwa dia lah yang mengirim informasi tersebut.
4. Authority, yaitu Informasi yang berada pada sistem jaringan tidak dapat dimodifikasioleh pihak yang tidak berhak atas akses tersebut.
5.  Confidentiality, yaitu merupakan usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.
6. Privacy, yaitu merupakan lebih kearah data-data yang sifatnya privat (pribadi).
7. Availability, yaitu Aspek availability atau ketersediaan berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan.
8.  Access Control, yaitu Aspek ini berhubungan dengan cara pengaturan akses kepada informasi.

KONSEP KEAMANAN
Tujuan/Syarat Keamanan;
1.  Kerahasiaan (Secrecy). berhubungan dengan hak akses untuk membaca data atau informasi dari suatu sistem komputer. Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi hanya dapat dibaca oleh pihak yang telah diberi hak atau wewenang.
2. Integritas (Integrity). berhubungan dengan hak akses untuk mengubah data atau informasi dari suatu sistem komputer. Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang telah diberi hak.
3. Ketersediaan (Availability). berhubungan dengan ketersediaan data atau informasi pada saat yang dibutuhkan. Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi yang terdapat pada sistem komputer dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pihak yang berhak.

Lingkup Pengamanan
  1. Pengamanan Secara Fisik. Komputer secara fisik adalah wujud komputer yang bisa dilihat dan diraba, seperti monitor, CPU, keybord, dan lain-lain.
  2. Pengamanan Akses. Ini dilakukan untuk komputer PC yang menggunakan sistem operasi lagging (penguncian) dan sistem operasi jaringan. 
  3. Pengamanan Data. Pengamanan data dilakukan dengan menerapkan sistem tingkatan atau hirarki akses di mana seseorang hanya dapat mengakses data tertentu saja yang menjadi haknya.
  4. Pengamanan Komunikasi Jaringan. Jaringan di sini berkaitan erat dengan pemanfaatan jaringan baik privat maupun publik seperti internet.
Bentuk-bentuk Ancaman
Bentuk-bentuk ancaman yang mungkin terjadi pada sistem komputer baik yang berbasis jaringan maupun tidak pada dasarnya dibedakan menjadi empat kategori, yaitu:
  1. Interruption merupakan suatu bentuk ancaman terhadap availability
  2. Interception merupakan suatu bentuk ancaman terhadap secrecy
  3. Modification merupakan suatu bentuk ancaman terhadap integrity
  4. Fabrication juga merupakan suatu bentuk ancaman terhadap integrity
Program Perusak/Penggangu
Secara garis besar program yang umumnya merusak atau mengganggu sistem komputer antara lain dapat dikelompokkan seperti Bug, Chameleons, Logic Bomb, Trojan Horse, Virus, dan Worm.
Prinsip Desain Pengamanan berupa Least Privilege, Economy of Mechanisms, Complete Mediation, Open Design, Separation of Priviledge, Least Common Mechanism, Psychological Acceptability.
Sedangkan datangnya ancaman keamanan  pada komputer bisa terjadi karena :
- serangan dari dalam atau lokal komputer (local attack),
- karena melakukan akses ke Internet, dan
- karena adanya serangan haker (Hacker attack).
      
Local Attack
Local attack atau console hacking adalah usaha rekan  kita sendiri untuk mengakses data secara tidak sah. Jadi para penyerang dapat mengakses komputer secara fisik dan berusaha masuk ke dalam penyimpanan data. Apabila komputer kita tidak diproteksi dengan password, maka data yang ada didalamnya dapat dilihat oleh siapa saja.  Ada beberapa lapis pengamanan terhadap console hacking misalnya  Men-set BIOS password,  Men-set screen saver password,  Men-set password pada folder, Men-enkripsi dokumen-dokumen penting.

Bahaya Berinternet
Bahaya sewaktu berinternet sudah dimulai sewaktu kita berselancar dan dapat dibagi atas dua bagian besar:
     • Remote Controlled Access
     • Ιnfeksi Digital, misal virus.

Menurut Bernstein (et all, 1996) Ancaman terhadap penggunaan Internet dapat  datang dari jaringan Internet maupun dari lingkungan dalam (internal). Beberapa jenis ancaman yang dapat diproteksi ketika komputer terhubung ke jaringan, dapat dikelompokkan menjadi katagori sebagai berikut:
1. Menguping (eavesdropping).
2. Menyamar (masquerade).
3. Pengulangan (reply).
4. Manipulasi data (data manipulation).
5. Kesalahan penyampaian (misrouting).
6. Pintu jebakan atau Kuda Troyan (trapdoor).
7.  Virus (viruses).
8.  Pengingkaran (repudiation).
9.  Penolakan Pelayanan (denial of service).

Hacker Attack
Hacker menurut Eric Raymond di definisikan sebagai programmer yang pandai. Sebuah hack yang baik adalah solusi yang cantik kepada masalah programming dan "hacking" adalah proses pembuatan-nya. Menurut Raymond ada lima (5) karakteristik yang menandakan seseorang adalah hacker, yaitu:
- Seseorang yang suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau system.
- Seseorang yang melakukan pemrograman tidak cuma berteori saja.
- Seseorang yang bisa menghargai, menikmati hasil hacking orang lain.
- Seseorang yang dapat secara cepat belajar pemrogramman.
- Seseorang yang ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti "UNIX hacker".

Yang masih berhubungan dengan Hacker yaitu Cracker. Cracker adalah seseorang yang masuk ke sistem orang lain, biasanya di jaringan komputer, membypass password atau lisensi program komputer, atau secara sengaja melawan keamanan komputer. Cracker dapat mengerjakan hal ini untuk keuntungan, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.

Dalam dunia hacker terjadi strata-strata (tingkatan) yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya, bukan karena umur atau senioritasnya. Untuk memperoleh pengakuan atau derajat, seorang hacker harus mampu membuat program untuk eksploit kelemahan sistem, menulis tutorial (artikel), aktif diskusi di mailing list, membuat situs web dan sebagainya. Secara umum yang paling tinggi (suhu) hacker sering di sebut ‘Elite’; di Indonesia mungkin lebih sering di sebut ‘suhu’. Sedangkan, di ujung lain derajat hacker dikenal ‘wanna-be’ hacker atau dikenal sebagai ‘Lamers’.

Cara Kerja Hacker
Gambaran tentang keseluruhan proses hacking, di bawah ini disajikan langkah-langkah logisnya, yaitu :
1. Footprinting
2. Scanning
3. Enumeration
4. Gaining Access
5. Escalating Privilege
6. Pilfering
7. Covering Tracks
8. Creating Backdoors
9. Denial of Service


Etika
Dalam komunitas hacker ternyata ada etika dan aturan main yang membedakan antara hacker dan cracker. Salah satu etika yang berhasil di formulasikan dengan baik ada di buku Hackers: Heroes of the Computer Revolution, yang ditulis oleh Steven Levy 1984, ada 6 etika yang perlu di resapi seorang hacker:
1. Akses ke komputer – dan apapaun yang akan mengajarkan kepada kita bagaimana dunia ini berjalan atau bekerja – harus dilakukan tanpa batas dan total. Selalu mengutamakan pengalaman lapangan.
 2. Semua informasi harus bebas, tidak di sembunyikan.
 3. Tidak pernah percaya autoritas – percaya pada desentralisasi.
 4. Seorang hacker hanya di nilai dari kemampuan hackingnya, bukan kriteria buatan seperti gelar, umur, posisi atau suku bangsa.
 5. Seorang hacker membuat seni & keindahan di komputer.
 6. Komputer dapat mengubah hidup kita menuju yang lebih baik.

Aturan Main Hacker
Hacker profesional akan memiliki etika aturan main sebagai hacker, yaitu :
- Di atas segalanya, hormati pengetahuan dan kebebasan informasi.
- Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan atau lubang di keamanan yang kita lihat.
- Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
- Tidak mendistribusikan dan mengumpulkan software bajakan.
- Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.
- Selalu bersedia untuk secara terbuka, bebas dan gratis memberitahukan dan mengajarkan berbagai informasi dan metoda yang diperoleh.
- Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
- Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
- Tidak pernah secara sengaja menghapus dan merusak file di komputer yang dihack.
- Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukannya seperti mesin sendiri.

Langkah Mengamankan Serangan Haker
Secara umum ada enam (6) langkah besar yang mungkin bisa digunakan untuk mengamankan jaringan dan sistem komputer dari serangan hacker, yaitu :
  1. Membuat Komite Pengarah Keamanan.
  2. Mengumpulkan Informasi
  3. Memperhitungkan Resiko
  4. Membuat Solusi
  5. Implementasi & Edukasi / Pendidikan.
  6. Terus Menerus Menganalisa, dan Meresponds.
Carder
Istilah carder cenderung kurang popular dibanding  hacker dan cracker. Carder merupakan istilah yang digunakan untuk kejahatan kartu kredit yang dilakukan lewat transaksi online. Ada sebagian orang yang menyatakan bahwa berlebihan jika carder ini disejajarkan dengan hacker dan cracker.
Sistem keamanan yang berkaitan dengan masalah keuangan dan E-Commerce seperti:
1. Data keuangan dapat dicuri atau dirubah oleh intruder atau hacker.
2. Dana atau kas disalahgunakan oleh petugas yang memegangnya
3. Pemalsuan uang
4.  Seseorang dapat berpura – pura sebagai orang lain dan melakukan transaksi keuangan atas nama orang lain tersebut.

Enkripsi
Enkripsi merupakan aspek yang sangat penting dalam komunikasi data melalui komputer, sehingga kerahasiaan data tetap terjamin. Enkripsi adalah sebuah proses yang mengubah suatu data menjadi kode yang tidak bisa dimengerti (tidak terbaca).

Cara Kerja Enkripsi
Enkripsi digunakan untuk menyandikan data-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Dengan enkripsi, data kita disandikan (encrypted) dengan menggunakan sebuah kunci (key). Untuk membuka (men-decrypt) data tersebut, juga digunakan sebuah kunci yang dapat sama dengan kunci untuk mengenkripsi (privat key) atau dengan kunci yang berbeda (Public Key).
Keamanan dari enkripsi bergantung pada beberapa faktor. Pertama, Algoritma enkripsi harus cukup kuat sehingga sulit untuk men-decript ciphertext dengan dasar ciphertext tersebut. Lebih jauh lagi, keamanan dari algoritma enkripsi bergantung pada kerahasiaan dari kuncinya bukan algoritmanya. Yaitu dengan asumsi bahwa adalah sangat tidak praktis untuk men-dekripsi-kan informasi dengan dasar ciphertext dan pengetahuan tentang algoritma dekripsi atau enkripsi. Atau dengan kata lain, kita tidak perlu menjaga kerahasiaan dari algoritma tetapi cukup dengan kerahasiaan kuncinya.

Pada prinsipnya bahwa model implementasi kriptografi dalam enkripsi data dibedakan menajadi dua yaitu :
·        Kriptografi dengan enkripsi simetris. Yaitu penggunaan kunci (key) yang sama antara saat pengiriman data dan penerimaan data. Algoritma yang digunakan seperti DES (Data Encryption Standart), dan Blowfish.
·        Kriptografi dengan enkripsi asimetris. Yaitu penggunaan kunci (key) yang tidak sama (berlainan) saat pengiriman dan penerimaan. Sistem ini menggunakan dua buah key, yaitu privat key dan public key.